Postingan

Kunci Surgaku Telah Berpulang

Wahai suamiku yang baik hatinya, yang terpuji akhlaknya... Aku kira hanya aku yang berjuang hingga mengorbankan nyawa untuk memberimu gelar seorang ayah.. Namun setelah engkau berpulang baru ku sadari engkaulah yang setiap hari mengorbankan nyawa, peluh keringat untuk anak dan istrimu... Wahai suamiku tersayang tidak cukup bagiku waktu 1 tahun 1 bulan untuk mencintaimu... Tetapi aku tau engkau adalah titipan, Allah lebih mencintaimu dibanding aku.. Dan suatu saat aku juga akan kembali kepada pemilik jiwaku... Kita akan bertemu kembali yaa sayang dan dipersatukan kembali bersama buah hati kita di surga Allah.. InsyaAllah...

Kita Hanyalah HambaNya Allah

Melihat pasangan yang tidak sesuai, ini milikmu ya Allah... Kalau kita berpikir menikah hanya untuk bahagia, selamat datang di dunia thing yang penuh kedukaan... Tapi jika kita sadar langit dan bumi telah ada yang mengatur, bahwa semua telah diatur oleh Allah... Kita akan lebih rilex... Pahami bahwa beliaulah yang sedang dipasangkan dengan kita,, beliaulah yang terbaik yang Allah kasih untuk kita.. Dan juga bisa jadi suami sedang strugle dengan luka batinnya... Bukankah kita seharusnya jadi rumah untuk memeluk ... Pada dasarnya setiap manusia fitrahnya adalah baik.. Mereka juga tidak ingin dikondisi seperti itu.. Dan betapa baikknya Allah yang terus menerus merangkul kita... Hingga suatu saat nanti kita bisa memaknai perjalanan ini dengan hikmah yang baik.. Wahai diriku terimakasih untuk semua pengorbanan yang dilakukan... Hanya kita yang paling tau lintasan dan pikiran diri ini... Diriku maafkan kalau sering dzolim, sering istirhaatnya kurang, maafin jika terlalu keras, maafin karna t...

Melangitkan Do'a

Suamiku sayang Mungkin kita sekarang sedang berjuang mewujudkan mimpi keluarga kecil kita. Tapi aku merasa bahagia ketika kita berjuang bersama saling menguatkan. Aku dengan senang hati menemanimu berproses. Sekarang saat ini, cukup menjadikan aku satu satunya itu telah lebih dari cukup. Mari berproses bersama.. Memang tidak mudah Tapi selama kita melangitkan doa bersama, aku yakin Allah akan dengarkan dan kabulkan

Cukup Ini Saja

Yaa rabb, Cukuplah yang ini saja, Telah usai pencarianku Telah tunai setiap doa untuk mendapatkannya di dalam ridhoMu Segala yang aku pinta, engkau hadirkan dalam wujud dia, Dia belum pernah aku temui dalam wujud siapapun. Ya rabb cukup yang ini saja Dan izinkan aku mencintai dengan rasa cukup dan sederhana, Sehingga cintanya tidak melebihi cintanya seorang hamba kepada Rabbnya

Gelar Untukmu

Wahai suamiku yang aku sayangi dan aku cintai... Ketika engkau Sarjana engkau telah diberi gelar dibelakang namamu... Sekarang aku akan memberikan gelar padamu... Dengan taruhan nyawaku.. Sepenuh jiwaku... Menahan rasa sakit... Meremukkan rusuk-rusukku... Merubah bentuk Tubuhku... Demi Memberi Gelar Padamu dengan Sebutan Ayah..

Terimakasih Allah

Kadang suka memperhatikan saat suami tidur, tidak terbayang jika aku tidak menikah dengan dia, setiap memandang wajahnya aku selalu berdo'a dan bersyukur. Semoga selalu tetap bersamanya dan Allah selalu menjaganya dimanapun ia berada. Karena kita tau bahwa suami adalah titipan, ia adalah amanah yang akan bisa diambil kapanpun. Tidak tau perbuatan baikku yang mana atau sekuat apa doa orangtuaku sehingga aku bisa menikah dengan suami yang luar biasa ini. Apapun yang ia lakukan selalu izin dan atas persetujuanku. Apapun yang suamiku dapatkan selalu ia berikan semua. Selalu membantu pekerjaanku. Jika aku sakit ia orang yang selalu panik dan mengupayakan agar aku sembuh. Betapa bahagianya hidupku karena ditakdirkan hidup bersamanya yang cintanya dan sayangnya luar biasa dan tulus kurasa. Terimakasih yaa Allah

Kita Tetaplah Dua Yang Memilih Menjadi Satu

Semoga Aku dan Kamu adalah dua orang yang sama-sama takut kehilangan.  Dua orang yang sama-sama menyamakan tujuan, dua orang yang sepakat saling membahagiakan, meski sesekali ad pertengkaran atau hal-hal yabg menyedihkan Kita Tetaplah dua yang memilih menjadi satu

Yang Ke-26

Aku menyayangimu... Ketika kamu membuat keputusan benar... Dan aku menyayangimu ketika kamu membuat keputusan salah... Aku menyayangimu ketika hari-hari baikmu hadir... Dan aku menyayangimu ketika hari burukmu tiba... Aku menyayangimu ketika kamu bahagia semangat, tersenyum.. Dan aku juga menyayangimu ketika kamu marah dan bersedih.. Di dunia ini benar-benar tidak ada yang memudarkan sayangku kepadamu... Dan kenyataanya bahwa aku tidak hanya menyayangimu, tetapi juga mencintaimu dan menyukaimu... Aku suka dirimu apa adanya.. Aku suka mendengar hal-hal kecil yang kau ceritakan.. Aku suka menghabiskan waktu denganmu.. Aku suka disisimu... Aku telah membuat keputusan untuk memilihmu sebagai teman hidupku disisa umurku.. Dan tidak ada penyesalan dari keputusan itu hingga hari ini.. Dan tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk merubah cintaku kepadamu... Aku bangga pada dirimu wahai suamiku.. Selamat menua bersamaku...

Jika Allah mengizinkan

Apa kabar ? Lama sekali aku tak menulis, waktuku sekarang disibukkan dengan kuliah dan kerja. Aku kira kuliah sembari bekerja akan menyenangkan tetapi yang kurasakan lelah meski ada senangnya, sulit bagiku untuk mengatur waktu mengerjakan tugas akhir berupa tesis.. Aku harus membagi waktu bekerja, belajar, mengerjakan tugas, belajar CPNS, belajar TOEFL, dan menghafal quran. Tapi aku bahagia disibukkan dengan hal yang baik.. Aku ingin bercerita mengenai suatu hal yang telah ku pendam selama ini,, dahulu aku menyukai seorang lelaki, dia teman kuliahku, kami sempat dekat.. Tetapi ia tiba-tiba menghindar entah kenapa.. Kami dikelas seperti teman biasa, aku ingat waktu ulang tahunnya, aku memberinya kado figura foto dia, entah kenapa aku rela bergadang untuk mengedit foto itu.. Tapi aku kurang yakin apakah dia masih menyimpan foto tersebut atau tidak.. Sepertinya telah ia buang. Hal yang ku ingat lagi ketika ia ulangtahun ia dikerjai habis-habisan hingga menangis, aku yang awalnya tak ingin...

Makna pernikahan

Aku hanya mengetahui makna dari pernikahan yaitu dua hal, pertama pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tidak hanya menghalalkan dari yang diharamkan tetapi pernikahan memiliki makna yang agung, menyatukan dua insan agar menambah baik lagi ibadahya, Kedua yaitu menambah baik lagi bakti kepada kedua orangtuanya. Hanya dua, tapi sangat sulit untuk diimplementasikan dengan sempurna, tidak hanya dua insan yang disatukan, tapi dua keluarga yang berbeda dari latar belakang, keturunan, adat-istiadat.  Biiznillah, semua akan mudah dengan izin Allah,,