Jika Allah mengizinkan
Apa kabar ? Lama sekali aku tak menulis, waktuku sekarang disibukkan dengan kuliah dan kerja. Aku kira kuliah sembari bekerja akan menyenangkan tetapi yang kurasakan lelah meski ada senangnya, sulit bagiku untuk mengatur waktu mengerjakan tugas akhir berupa tesis.. Aku harus membagi waktu bekerja, belajar, mengerjakan tugas, belajar CPNS, belajar TOEFL, dan menghafal quran. Tapi aku bahagia disibukkan dengan hal yang baik.. Aku ingin bercerita mengenai suatu hal yang telah ku pendam selama ini,, dahulu aku menyukai seorang lelaki, dia teman kuliahku, kami sempat dekat.. Tetapi ia tiba-tiba menghindar entah kenapa.. Kami dikelas seperti teman biasa, aku ingat waktu ulang tahunnya, aku memberinya kado figura foto dia, entah kenapa aku rela bergadang untuk mengedit foto itu.. Tapi aku kurang yakin apakah dia masih menyimpan foto tersebut atau tidak.. Sepertinya telah ia buang.
Hal yang ku ingat lagi ketika ia ulangtahun ia dikerjai habis-habisan hingga menangis, aku yang awalnya tak ingin menangis mencoba juga menangis agar kelihatan seperti realita.. Ingin ku tertawa rasanya ... Haha maaf kan aku, karena hari itu aku tak mengerti permasalahannya apa.
Hari-hari seperti biasa tak ada yang mengesankan antara aku dan dia.. Dia sekarang mempunyai pacar dan aku juga mempunyai kenalan baru. Tak ada rasa seperti dulu, sampai akhirnya aku wisuda dan aku tak ingat apakah ia datang pada waktu itu? Seingatku dia ada, tapi dahulu seperti biasa saja ada atau tidaknya dia.. Setelah kelulusan aku diajak bekerja oleh dosenku di universitas kuliahku dulu, aku sekarang mengajar komputer di universitas tersebut..
Hal seperti biasa ku jalani, entah kenapa waktu itu hubungan kami mulai dekat kembali, dekat disini cuma seperti teman saja maksudnya. Aku membantunya mengerjakan skripsi, aku ingat sedikit judulnya yaitu mengenai zakat. Aku merasa biasa saja,, membantunya diperpustakaan, memeriksakan setelah itu pulang. Tak ada momen manis yang dapat ku tangkap.
Selanjutnya aku memutuskan untuk kembali kekampung halaman karena aku merasa tidak ada jalan menuju S2 pada saat itu..tetapi Alhamdulillah Allah beri kesempatan dan rezeki yang baik kepada orangtuaku saat itu. Sekarang aku kuliah S2 tetapi tidak lagi bekerja.. Karena aku kuliah jumat dan sabtu, dan itu sangat sulit untuk mencari pekerjaan hanya sampai kamis.. Berapa puluh surat lamaran yang telah ku sebar, tetapi hasilnya tetap saja tidak ad yang bisa menerima karyawan yang hanya bekerja sampai hari kamis saja.
Hari demi hari ku lalui, seperti biasa, tiba saatnya pernikahan temanku, aku bertemu dia kembali, aku merasa biasa saja.. Tak ada juga yang spesial, hari itu dia menawarkan diri untuk ikut denganya karena cukup jauh masuk kedalam rumah temanku tersebut. Tapi aku masih merasa biasa saja.
Tiba waktu kami sepakat untuk berlibur ke daerah pagat namanya, sebenarnya ada 2 lelaki yang seharusnya ikut tetapi hanya dia yang bisa ikut.. Pada awalnya aku curiga mengapa ia ingin ikut meski sendirian seharusnya malu dong jika laki2 sendiri dan perempuan berempat.. Tapi aku tepiskan saja, mungkin dia ada rasa dengan temanku.. Sepanjang perjalanan aku merasa biasa saja, tetapi ada gerak gerik aneh yang ku tangkap, tiba tiba ia memfoto ku secara diam-diam dari belakang, tiba-tiba ia meminjam telfonku dan lain sebagainya.. Hal yang aneh menurutku.. Tapi kurasa mungkin dia baik kesemua perempuan..jadi hal itu kurasa biasa saja..
Setelah kami pulang, aku merasa biasa saja. Dia mengomen dan lain sebagainya, ku merasa biasa saja.. Dan tak ingin merasa berlebihan. Aku tak bisa menangkap sinyal yang diberikannya.. Dia datang dan pergi semaunya.. Tak ada yang ia jelaskan..
Dan sampai pada akhirnya, ada teman lelaki kami menikah,, kami mempersiapkan ke tempat lelaki tersebut.. Dan dia mengajak untuk hari minggu saja karena senin bekerja.. Oh iya aku lupa, aku saat itu telah bekerja disuatu instansi, ketika aku kuliah pada hari sabtu saja.. Ternyata Allah memberi pekerjaan pada waktu yang tepat.. Ku rasa Allah tidak ingin menyulitkanku.. Dan ia Maha sempurna dan Maha pemilih terbaik untuk hambanya.
Selanjutnya pesannya seperti seseorang yang memberikan sinyal2 padaku, tapi aku merasa biasa saja.. Ku rasa itu hanya guyonan biasa.. Singkat cerita sebelum kami pergi kesana. Ia dan teman-temanku mampir kerumahku setelah hari raya.. Aku menyeletuk ketika ia datang, kai ini menantu datang, terus dia senyum-senyum dong.. Padahal itu guyonan saja.. Entah aoakah itu hal yang diaamiinkannya atau tidak..
Setelah kami bersiap, kami berangkat menuju teman kami yang akan melakukan resepsi.. Ternyata ditengah jalan kami mengalami kecelakaan.. Baskom yang dibawa bapak-bapak tumpah dan ikan nya berhamburan dan mengenai teman kami didepan, aku yang melihat syok dong, yang aku ingat aku melihatnya tengkurap dan motor yang dikendarai terseret cukup jauh.. Tetapi Alhamdulillah kami masih selamat hanya luka-luka ditangan dan dikaki. Karena lelaki tadi duluan otomatis aku telpon, halo kataku, kami kecelakaan, otomatis dia bilang innalillah, aku sekarang kesana..
Setelah ia datang, ia membelikan air es dan hansaplas, aku yang masih syok yang lemah, entah belum makan atau syok pada saat itu badanku sangat lemah, ya pura pura aja duduk sambil minum.. Saat itu entah kenapa ia menawarkan lagi ayo ikut aku saja. Dalam hatiku kenapa aku yang dibawa, kan yang kecelakaan teman kami.
Selanjutnya Kami tiba di langgar untuk melaksanakan shalat zuhur.. Setelah itu aku mendengar seseorang membaca do'a terasa samar tetapi aku yakin pasti suara dia, sontak rasa yang dulu seperti kembali, aku rasa aku mengaguminya lagi..
Kami sepakat untuk mengantar teman kami yang kecelakaan tadi ke rumah masing-masing, ia bersama temanku yang kecelakaan tadi, dan aku membawa temanku yang satunya.. Setelah sampai, kejadian pun terulang ketika kami istrhat sejenak di rumah teman kami, ia memegang kembali hp ku, seperti ingin mencek sesuatu.. Tapi aku tak ingin banyak menghubung hubungkan sesuatu..
Singkat cerita jam menunjukan jam 10, perjalanan kami sangat jauh jadi kami putuskan temanku yang laki membonceng satu orang perempuan. Ini pertama aku dibawa oleh laki-laki malam seperti ini, jika tidak darurat aku juga tidak akan mau.. Karena jika kami yang membawa sendiri akan lambat dan takut kenapa2 jika malam..
Akhirnya aku ikut dengan Dia, entah kenapa kami seperti satu frekuensi, dijalan kami sibuk bernostalgia, bercerita ketika kami kuliah, saat kami bekerja dll.. Dari hari itu kami seperti dekat kembali, dan pada akhirnya ia mengaku bahwa ingin ada niatan baik untuk menuju pernikahan denganku. Kami tak ingin awal dari sebuah pernikahan seperti orang pacaran..dan kami putuskan untuk saling berkabar jika ada suatu hal yang penting saja.. Kami tak ingin cinta yang suci diawali dengan sesuatu yang haram, kami bersepakat untuk menjaga komitmen, untuk saling menjaga hafalan yang kami miliki dan fokus menata masa depan yang indah, semoga Allah izinkan kami bersama untuk di dunia dannjuga akhirat..
Ini aku tulis untuk mencurahkan rinduku yang tak tersampaikan kepadamu, semoga Allah jaga kita hingga waktu yang telah ditentukan.
Lanjutan setelah kami menikah...
Alhamdulillah,, puji syukur kami panjatkan hanya kepada Allah, Tuhan semesta Alam yang menautkan dua hati, mempermudah jalan pernikahan kami...
Akhirnya momen yang kami impikan datang, kami telah menikah dan kami telah diberi amanah seorang anak yang masih dalam kandungan, semoga anak ini terjaga untuk dunia dan akhiratnya, sehat lahir dan batinnya, saleh atau salehah dan semua semua perbuatanya hanya umtuk ibadahnkepada Tuhannya.
Komentar
Posting Komentar