Husnudzon Lillah
Tulisan ini, untuk kalian yang tengah berjuang, untuk kalian yang sedang berikhtiar dalam pengobatan.. yang tidak berputus asa dari Rahmat Allah...
Sabtu, 5 September 2020
Ibuku adalah orang yang suka membantu, sulit menolak dan mudah bergaul. Hari itu ibuku bersiap untuk membantu acara pernikahan di dekat rumah, semua telah disiapkan dari mulai baju, tenaga dan lain-lain. Semua berjalan seperti biasa, hingga selesai acara. Singkat cerita, ibu pulang dan ingin beristirahat sejenak, tetapi karena keluarga datang dan ada acara-acara lainnya.. niat ibu beristirahat tertunda.. hingga ke esokan harinya tiba..
Minggu, 6 september 2020
Ibu yang terlihat lain hari ini, ibu yang jarang sekali mengeluh. berucap "ibu hari ini ingin istirahat total". Aku yang tak punya firasat apa-apa hanya meiyakan saja, dan setelah itu meminta izin untuk ke resepsi teman.
Senin, 7 September 2020
Ibu terlihat pucat pasi hari ini, sesak di dada mulai terasa,, batuk pun mulai terdengar,, aku yang setiap malam bangun untuk melihat kondisi ibu, ku kuatkan hati agar tetap huznudzon, bahwa ini adalah penyakit biasa bukan penyakit yang sekarang beredar... Hari kehari ibu semakin melemah, penyakit tak hanya menyerang organ pernfasan tetapi juga organ pencernaan.. dari sesak nafas, hilangnya penciuman, hingga buang air besar terus menerus. Ikhtiar tidak henti-hentinya dari pergi ke tukang urut, ke dokter praktik hingga obat-obat warung, dan tetap saja kondisi ibu tak membaik.. ikhtiar kami sampai pada puskesmas, sekitar 7 menit dari rumah, ibu yang telah bersiap dari awal jika ingin di opname kerumah sakit terdekat,,
Ketika baru saja duduk, dicecar beberapa pertanyaan dari perawat, kertas yang bertulisan pasien yang bergejala covidpun dikeluarkan,, yaa air mata hampir tak tertahan, tetapi ku coba kuatkan untuk selalu husnudzon bahwa itu hanya gejala yang mirip.
Dokter laki-laki yang dari sedari tadi berdiri melihat kondisi ibu kini menghampiri, ia memeriksa dengan terampil dengan sangat sopan, yang keluar dari mulutnya hanya ini masih baik, entah apa yang baik,, aku tak dengan baik mendengarkannya.. tetapi itu kata-kata yang sedikit menenangkan untuk para pasien dan khususnya untukku.
Beberapa obat diberikan dan disarankan agar teratur meminumnya.. hari-hari melihat ibu minum obat, melihat kondisi ibu tidak ada perkembangan, wajah pucat pasi, badan mulai terlihat kekuningan membuat hati seakan porak poranda. Tetapi ibu selalu mengajarkan jangan memvonis sesuatu perkara terlebih dahulu dan tetaplah husnudzon.
Jumat, 18 September 2020
Hari ini petugas covid dengan APD lengkap kerumah untuk bertanya mengenai kondisi ibu, apakah ibu bersedia untuk di swab atau tidak.. ibu tanpa pikir panjang pun mengiyakan dan menyuruh adik dan aku untuk selalu memakai masker dirumah, dari hari ini ibu kelihatan lemah sekali..bernafas sudah sangat berat, makan harus disuapi, tiap tengah malam ibu selalu tak tenang tidurnya.
.
Sabtu, 19 September 2020
Malam ini sekitar jam 2 malam, aku yang sedari tadi disamping ibu, melihat ibu yang sesak seperti tak berdaya, menghirup nafas pun kata ibu seperti seujung kuku,, rasa sakit di dada pun terasa.. kata ibu pada malam itu seperti antara hidup dan mati, dan ini yang membuat ku tersadar bahwa hidup dan mati itu seperti berjalan berdampingan.
Ibu yang selalu pura-pura tidur disebelahku, sebenarnya aku tau ibu hanya berpura-pura tidur, agar aku tak khawatir dengan ke ada annya.. tetapi tetap saja semua itu tidak bisa dibohongi. tiap beberapa menit sekali aku bertanya "ibu bagaimana masih bisa ditahan atau kita kepuskesmas saja",, dan ibu selalu menjawab "bisa, besok saja kita kepuskes, tidur nak, nanti kesehatanmu terganggu, siapa yang akan menjaga ibu nanti"
Aku yang selalu menguatkan hati, berhuznudzon pada Allah,, aku percaya bahwa Allah sesuai dengan prasangka hambanya. Allah tak mungkin menguji hambanya melebihi batas kemampuan hambanya..
Diam-diam aku keluar kamar untuk mengambil air wudhu dan berdo'a kepada zat yang tak pernah membuatku kecewa sedikitpun..
Ku buka do'aku dengan Allah...Allah..Allah..Allah.. yaa rabb...ya rabb..yaa rabb..tempat kami berharap hanya kepadamu..tempat kami mengadu hanya kepadamu..tempat berserah diri ..meski aku hanya bisa berbisik dan menangis pada malam ini, aku yakin engkau mendengar lantunan do'aku.. aku yang terisak memohonkan kesembuhan ibu.. hamba yakin atas janjiMu.. siapa yang berdo'a kepadamu pasti engkau kabulkan. Kemana lagi aku mengadu selain kepadamu..
Wahai kekasihku... Engkau yang selalu mendengar, melihat yang tak pernah meninggalkanku saat apapun itu.. engkau pemilik segalanya, engkau yang memberi kesehatan, engkau tiada tandingannya.. dari ini aku sadar bahwa sekecil apapun kesehatan adalah sangat penting. Dari sini aku melihat perjuangan seorang ibu melawan penyakitnya untuk keluarganya.
Ibu engkau harus kuat, aku telah berjanji banyak kepada Allah untuk selalu menemanimu, mengajarkan apa yang ku dapatkan waktu kuliah.. aku akan jadi pribadi yang lebih baik lagi, aku tidak akan malas lagi dalam murajaah, menghafal quran dan hadis..banyak janjiku yang telah ku utarakan kepada Allah wahai ibu.. yaa rabb mudahkanlah malam ini ibuku untuk bernafas, kuatkan ia, lapangkan hati kami..
Ibu kuatlah,, banyak mimpi yang belum kita wujudkan... Ketika aku wisuda ku gandeng erat tanganmu bukan.. ku ingin lagi ketika wisuda magisterku.. engkau tetap erat menggandeng tanganku dan kuperkenalkan inilah ibu dan ayah terhebatku.
Jadi aku mohon bersabarlah ibu,, kita kuat bila bersama, Allah telah menentukan takdir terbaik kita. Jadi tetaplah berikhtiar, berdo'a dan berhuznudzon bersama.. pada malam itu Allah memperlihatkan Kuasanya,, ibu yang sedari tadi sulit bernafas, mulai Allah mudahkan nafasnya dan tertidur hingga pagi menjelang.. Allahuakbar...
Pagi ini kulihat kembali kondisi ibu melemah, Ibu yang saat itu tak tahan lagi untuk bernafas,, memintaku untuk menyiapkan seluruh kebutuhan apabila disuruh opname kerumah sakit. Tepat jam 7 kami pergi ke puskes, pada detik itu semua kuserahkan hanya kepada Allah. Allah tetap tau yang terbaik untuk hambanya.. selang oksigen, infus kini terpasang pada ibu.. yang sekarang terlihat enak untuk bernafas meski masih sesak.. dokter mulai memeriksa lengkap dengan APDnya. Mengambil darah ibu untuk periksa rapit test, pada saat itu aku tak bisa berbuat apa-apa selain berserah diri pada TuhanKu yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang.
Keluarga selalu menguatkan, yang kuat nak lah, ayu sudah makan ? Jangan lupa makan, ayu kuat pasti kuat.. Disini kita bisa mengambil hikmah, dalam kondisi apapun keluarga tetaplah yang membantu, keluarga yang rela siang dan malam menyemangati, memotivasi, memberi arahan, dan tenaganya..
Pesanku satu jangan tinggalkan keluarga ketika mereka dalam keadaan sakit atau sedang terpuruk, karena dukungan keluarga sangat berarti.. salah satu kunci kesembuhan yang dapat aku pahami dari sini adalah kondisi hati seseorang, jika hatinya selalu berprasangka baik, bahagia, tidak terlalu khawatir, maka itu salah satu kunci kesembuhannya,, dan untuk membuat hati tetap bahagia dan baik adalah dengan adanya keluarga dan teman yang selalu mesuport untuk kesembuhanya.. keluarga sangat berperan penting juga pada situasi ini. Berikan masukan-masukan positif, arah-arahan yang baik.
Pesanku kedua, tutuplah media sosial, atau siaran-siaran tv yang memberitakan hal-hal negatif, fokus lah pada kesembuhan bukan pada kematian.. karena kematian telah digariskan.. kematian bisa datang tanpa adanya penyakit, penyakit tidak semuanya akan mendatangkan kematian.. ingatlah itu..
.
.
Jam mulai menunjukkan pukul 8 pagi, teman-teman sudah mengingatkan bahwa hari ini jadwal kuliah online,, ibu yang dalam sakitnya tetap selalu mengingatkan bahwa hari ini tetap harus kuliah, harus terus belajar, jangan sampai ada mata kuliah yang tertinggal.. sembari menunggu diruang UGD dan hasil rapit test keluar, aku putuskan untuk tetap kuliah secara online..meski pikiran pada saat itu entah berlabuh kemana. Tangan satu megang handphone untuk kuliah dan tangan satu untuk memberi makan/ minum ibu.. dari situ aku berterimaksih pada Allah telah memberi kedua tangan yang bisa kupergunakan dengan baik pada hari itu..
Sebelum zuhur hasil rapit test keluar,, dan Allah memperlihatkan kuasaNya kembali.. hasil rapit testnya adalah negatif.. kita sebagai manusia pasti telah menduga-duga bahwa itu telah masuk gejala covid 19.. tetapi ketika engkau berprasangka baik kepada Allah, Allah akan mengikuti prasangka mu.. yang ibu kira kami akan kerumah sakit untuk di isolasi, ternyata kami hanya dirawat dipuskesmas terdekat. Alhamdulillah ibu sekarang keadaannya mulai membaik dan bisa melakukan pekerjaan rumah seperti biasa..
Janji Allah selalu benar, maha pengatur terbaik.. pemberi pilihan terbaik..
.
.
Dalam hidup akan ada ujian yang merasa berat kita melaluinya, tapi yakinlah bahwa setelah itu ada kebahagiaan, ad pelajaran dibaliknya, ada hikmah yang dapat dipetik darinya.. tetap lah bergantung pada Allah,, seberapapun berat kondisimu saat ini, seberapa kronis penyakitmu saat ini,, tetaplah huznudzon, tetaplah berbaik sangka, tetaplah berharap kepada Allah, tugas kita adalah ikhtiar dan berdo'a.. setelah itu serahkan kepada Allah.. saat seseorang bilang tidak mungkin.. maka saat itu Allah meminta serahkanlah semuanya padaNya.. tak ada yang tak mungkin bagi Allah.. percayalah.. ini adalah ceritaku yang aku bagikan untuk kalian saudara-saudaraku.. berapapun air mata yang telah tertumpah,, kesedihan yang silih berganti... Tetap kuatlah,, Allah selalu ingin membuatmu menjadi manusia terbaik, engkau manusia pilihan, lapangkan dadamu,
Hindari semua prasangka yang tidak baik, hentikan semua diagnosismu jika engkau lain seorang dokter, ingat sekali lagi pesanku, bahwa Allah menurut prasangka hamba-hambanya, yakinkan dari hatimu setiap penyakit pastilah ada obatnya, Allah yang berikan penyakit pasti Allah pula lah yang beri obatnya,,
Allah janjikan surga Adn, yaitu surga untuk orang-orang yang sabar, tidak cukupkah itu membuatmu tenang,, jika ada suatu masalah yang membuat hatimu pekat, pikiranmu kacau, maka kembalilah hanya kepada Allah, berdo'alah tanpa menggunakan logika, tanamkan keyakinan yang kuat, ikatlah do'a-do'a dengan erat... Akui engkau adalah manusia, engkau pernah salah dan hilaf dan tempat kembali terakhir hanya kepada Allah, setelah itu Ikhtiarlah dan ingatlah bahwa Allah selalu penuhi janjinya.
Jazakumullah khair katsiran telah membaca, semangatlah wahai teman ..
Komentar
Posting Komentar