Trauma dalam satu malam

Dua dini hari, silih berganti Suara kentungan dipukul sekuat tenaga, dan tiang listrik dipukul tanpa ritme..

Banjir tahun ini tak sama dengan tahun-tahun kemarin.. 
Banyak dari mereka yang kehilangan harta dan nyawa..
Jeritan kelaparan dan kehausan dimana-mana...
Rumah tersapu tak tahu dimana..
Hanya baju dibadan harta satu-satunya...
Keluarga sanak saudara tak tahu rimbanya... 

Tak bisa tergambarkan secekam apa situasi saat itu,, video dan foto-foto banjir telah tersebar disosial media...teriakan Allahuakbar, minta tolong bergema dimana-mana... 
Usaha kakek dan nenek yang mempertahankan diri untuk mencari tempat tinggi tetapi tak kuat menahan arus yang membawa diri... 
Ada pula yang menjadikan Atap rumah satu-satunya tempat untuk menyelamatkan diri... selain itu ada pula nenek  yang hidup sebatang kara tak tau harus berbuat apa, hanya berdiam diri disana bersama air yang telah menggenang hingga pertolongan tiba.. ada yang mencoba menolong sanak saudara menggunakan pelampung dari plastik es batu tapi tak bisa karena derasnya air.

Detik-demi detik, menit demi menit dan Jam demi jam serasa lama dalam penantian.. menunggu pertolongan datang, hujan terus mengguyur badan, lapar dan haus tak terelakkan...

Trauma dalam satu malam merenggut harta dan korban jiwa..






Komentar