Ayah Aku tak bersalah
Ayah...
Taukah engkau...
Hari ini aku mendapat jahitan yang lumayan banyak di mata sebelah kiriku...
Ayah tau mengapa ? Yah ayah.. Benar..
Aku ingin membantu seseorang untuk mengambilkan bola yang keluar lapangan.. Ternyata saat ingin ku sentuh.. Kaki dari pemain mengenai wajahku ayah...
Dunia terasa berputar, mataku terasa sangat sakit, berkunang-kunang dunia ini.. Kulihat tanganku dipenuhi darah, tetapi ayah mengajarkan, aku anak lelaki yang tak boleh lemah hanya karena rasa sakit..
Aku pulang membawa darah yang ku sembunyikan dari ibu, ku cuci darah yang mengucur seakan tak mau berhenti... Macam mana ini ayah, engkau belum mengajarkanku bagaimana cara menghentikan darah yang tak kunjung berhenti...
Akhirnya setelah lama ku Bersihkan darahnya berhenti... Ku tekan-tekan antara daging daging mata yang terbelalak keluar.. Agar mereka bersatu kembali.. Tetapi tetap saja ayah mereka perlu jahitan untuk mempersatukannya.. Daging putih masih saja terlihat.. Bagaimana aku harus menutup nutupinya ke ibu, aku takut ibu marah,,
Ibu telah memanggil untuk makan malam, aku berusaha untuk terlihat biasa2 saja, aku berusaha menahan agar mataku tak tertutup terlalu lama, yang akan terlihat jelas luka sayatan sepatu itu.. Entah kenapa darahnya menitik kembali ayah.. Aku mengusap buru-buru agar ibu tak melihatnya, tetapi terlambat.. Mataku sekarang dipenuhi darah dan ia terbuka ayah.. Luka itu menganga tak tepat pada waktunya..
Tapi mengapa ibu tak marah, ibu segera membawaku ke mantri untuk dicarikan pertolongan, yah benar saja ayah.. Kelopak mataku kini dijahit.. Tapi ini bukan salahku ayah.. Aku hnya ingin membantu tetapi ditendang.. Upps maksudnya terkena tendangan.. Aku tau ia tak mungkin sengaja.. Ayah kamu yang mencontohkan kepadaku agar tak mudah marah.. Aku bisa menarik hikmah ayah.. Bahwa berbuat baik tidak semuanya bisa berjalan dengan mulus, pasti ada halangannya pasti ada rintangannya..
Komentar
Posting Komentar