Kematian itu dekat pada setiap manusia
Jika hari itu aku wafat, cukupkah amal yang aku bawa, jika hari itu aku wafat bagaimana aku mempertanggung jawabkan semua kesalahanku, jika hari itu aku wafat siapa yang menolongku
Engkau selamatkan untuk memperbaiki setiap kesalahan dan tambah giat lagi dalam beribadah,,
Hari itu ada tugas kantor untuk kedesa yang jaraknya kurang lebih menempuh waktu 2 jam sampai ke sana, awalnya hari begitu terik, airpun terasa sejuk ketika air wudhu menyentuh wajah.
Data telah kami dapatkan semua waktunya pulang, dari jalan pulang kami teringat ada sebuah air terjun nan indah yang baru dibuka di desa itu. Dan selama perjalanan ke air terjun matahari yang begitu terik berubah menjadi awan hitam yang menggulung. Aku menduga akan turun hujan tidak lama lagi, aku berkata bagaimana kalau kita putar arah saja, jalan air terjun juga masih jauh. Sedikit lagi kata temanku sampai. Menit demi menit berlalu, rintik hujan mulai membasahi kami, hati cemas mulai tak karuan. Benar saja sampai di ucapan selamat datang di air terjun kami kehujanan, ad seorang nenek berkata "cuacanya mau turun hujan, kenapa naik kesana" trmanku hanya membalas dengan senyuman dan berkata kami sudah terlalu jauh masuk nek, sayang kalau nggak kesampaian melihat air terjunnya.
Alhamdulillah ketika sesampainya di atas kami melihat air terjun dengan 1 jam perjalanan yang kami tempuh dengan jalan yang diselimuti tanah kuning.
5 menit berselang hujan deras turun, semua diam, petir menyambar-nyambar, semua mengintruksikan matikan semua hp, air terjun yang awalnya jernih sekarang berubah menjadi coklat bercampur tanah dengan derasnya turun, saat itu kami tetap diam dalam pondokan untuk berteduh, pikiran mulai memikirkan hal yang tidak-tidak, bagaimana jika longsor terjadi sedangkan kita disamping lereng-lereng gunung yang tanahnya mudah tergerus air, bagaimana jika pondok tempat kita berteduh di terpa air terjun yang deras itu, bagaimana jika umur kita habis disini sedangkan orangtua, istri dan suami kita akan sibuk mencari, bagaimana jika jasad kita tidak ditemukan, pikiran itu menghantui kami, do'a tak putus-putusnya kami lantunkan, jika waktu bisa diputar kembali kami akan putar arah sebelum hujan turun. Setelah menunggu beberapa lama hujan tak kunjung reda. Kami memutuskan apabila hingga jam lima hujan tetap tidak reda kita semua harus turun dari tempat ini apapun keadaanya, karena jika semakin malam kita disini akan semakin sulit untuk keluar. Setelah menunggu sekian lama 5 menit lagi jam 5, hujan mulai teduh dan kami segera bergegas untuk turun.
Saat itu tak mudah bagi kami untuk turun dikarenakan tanah kuning yang begitu licin dan kami juga harus berhati-hati karena kiri kanan kami jurang. Setelah sesampainya dibawah hati yang awalnya mulai sedikit tenang, kembali tegang akibat longsor yang didepan mata, arah jalan pulang terblokir, kami lihat alat berat mulai membersihkan jalan sedikit demi sedikit. Kami menghitung jam, sekitar perkiraan kami akan sampai magrib di kantor, dan benar saja kami sampai tepat 5 menit sebelum azan magrib berkumandang di kantor.
Ini perjalanan, pengalaman berharga untuk kami yang tidak akan kami ulangi untuk kedua kalinya
Komentar
Posting Komentar