Kerja Keras Seorang Suami

Terkadang kita sebagai istri sulit memahami seorang suami...
Ketika ia pulang bekerja...
Ingin beristirahat, ingin berhibur, ingin bercanda, bercerita..
Muka masam yang kita sajikan, rengekan-rengekan hanya karna ia pulang terlambat, hanya karna ia lama membalas pesan atau sulit dihubungi...
Sementara kita tidak tahu apa yang ia hadapi seharian di tempat kerjanya... Apakah urusan yang menyakitkan kepala, atau bos yang selalu marah-marah, deadline yang mengejar, tugas yang bertumpuk...
Wahai istri, suami hanya ingin pulang dan tenang, melihat istrinya menyambut dengan senyum, melihat istrinya yang dapat menenangkannya seperti ketika Nabi Muhammad Saw. melihat Siti Khadijah yang separuh kegelisahannya hilang seketika melihat istrinya..
Membiarkannya berhibur dengan hobinya, memeluknya, menanyakan kabarnya, bercerita, dan memanjakannya, tidak dengan muka masam atau bentakan yang membuat otaknya tak henti-hentinya tegang...
Wahai istri terkadang kita tidak memahami itu, terkadang kita tak sampai untuk memikirkannya bahkan untuk Huznudzon kepada suamipun sulit...
Ketika ia tertidur dan menutup matanya baru engkau sadari ia yang rela berpanas-panas demi menafkahimu, ia yang bekerja untuk berusaha memberikan kehidupan yang terbaik, ia yang rela menyerahkan semua hartanya padamu, ia yang rela yang setiap malam walau mata redup menjaga hafalanmu, ia yang rela panas hujan mengantarkan kemanapun engkau pergi, ia yang selalu mengutamakan engkau daripada dirinya, ia yang selalu menyebutkan selalu sehat dan baik-baik saja, ia yang selalu berkata uang masih cukup walau setiap hari hanya makan mie instan, ia yang menangis ketika merasa tidak membahagiakanmu, ia yang marah ketika engkau tak mempercayainya, ia yang sedih jika melihat keinginanmu tidak tercapai, ia yang meminta maaf ketika engkau kecewa
Itukah engkau wahai istri sholehah ?... Yang tega memperlakukan suaminya seperti itu.
Itukah engkau wanita yang katanya berbakti pada suaminya ? Istri ingatlah suamimu adalah manusia..
Harus berapa banyak lagi pengorbanan ia, harus berapa banyak lagi peluh keringat yang membasahinya, ia hanya ingin melihat engkau bahagia, tersenyum karena jerih payahnya, sulitkah itu bagimu wahai istri ?

Sadarlah, berapa ribu Su'udzon yang kau lontarkan kepada suamimu.. Mengapa begitu mudah syaithon masuk kedalam alam sadarmu dan membisikkan sebuah prasangka ini dan itu.. 
Tak kasihankah engkau wahai istri melihat suamimu sekarang fisiknya lemah karena giat bekerja untuk menafkahi engkau dan anak-anakmu, ada yang selalu ia korbankan untuk engkau dan anak-anakmu...
Berisitigfarlah wahai diri, jika bisikkan itu datang menjelma, jangan engkau tampakkan wajah masam itu lagi, sekarang hanya wajah berseri yang akan menyambutmu..
Oleh karenanya Allah berfirman bahwa Istri adalah Tempat penenang bagi suaminya

Maafkan aku wahai suami jika terkadang wajah masam itu tampak, maafkan aku jika sering berkeluh kesah, ridhomu dan ampunanmu yang ku pinta saat ini, relakah engkau wahai suamiku ?
Doakanlah suami dengan doa yang baik, dengan prasangka yang baik insyaAllah akan Allah jaga dengan sebaik-baiknya penjagaan
Dan pada intinya setiap pernikahan saling memberikan kemanfaatan.

Komentar