Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

Jika Allah mengizinkan

Apa kabar ? Lama sekali aku tak menulis, waktuku sekarang disibukkan dengan kuliah dan kerja. Aku kira kuliah sembari bekerja akan menyenangkan tetapi yang kurasakan lelah meski ada senangnya, sulit bagiku untuk mengatur waktu mengerjakan tugas akhir berupa tesis.. Aku harus membagi waktu bekerja, belajar, mengerjakan tugas, belajar CPNS, belajar TOEFL, dan menghafal quran. Tapi aku bahagia disibukkan dengan hal yang baik.. Aku ingin bercerita mengenai suatu hal yang telah ku pendam selama ini,, dahulu aku menyukai seorang lelaki, dia teman kuliahku, kami sempat dekat.. Tetapi ia tiba-tiba menghindar entah kenapa.. Kami dikelas seperti teman biasa, aku ingat waktu ulang tahunnya, aku memberinya kado figura foto dia, entah kenapa aku rela bergadang untuk mengedit foto itu.. Tapi aku kurang yakin apakah dia masih menyimpan foto tersebut atau tidak.. Sepertinya telah ia buang. Hal yang ku ingat lagi ketika ia ulangtahun ia dikerjai habis-habisan hingga menangis, aku yang awalnya tak ingin...

Makna pernikahan

Aku hanya mengetahui makna dari pernikahan yaitu dua hal, pertama pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan, tidak hanya menghalalkan dari yang diharamkan tetapi pernikahan memiliki makna yang agung, menyatukan dua insan agar menambah baik lagi ibadahya, Kedua yaitu menambah baik lagi bakti kepada kedua orangtuanya. Hanya dua, tapi sangat sulit untuk diimplementasikan dengan sempurna, tidak hanya dua insan yang disatukan, tapi dua keluarga yang berbeda dari latar belakang, keturunan, adat-istiadat.  Biiznillah, semua akan mudah dengan izin Allah,, 

Penindasan

Mari sini duduk bersamaku,, akan kuceritakan kembali seseorang yang jalan hidupnya mungkin tak semulus jalan hidupmu. Jika kau membaca ini, tersenyumlah karena ketika aku mengetik ini, aku sedang mengingatmu...   jika engkau merasakan hal yang sama, maka sekarang bangkitlah, maafkanlah, karena memaafkan jauh lebih mulia dari pada membalas semua perlakuan. Allah saja Maha pemaaf, malu lah kita yang bukan siapa2 tidak memaafkannya... Masih ingatkah kalian mengenai firman Allah, bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum, jika ia tidak merubahnya. . Ia adalah orang pilihan.. Ia yang sanggup dan kuat yang Allah berikan kelebihan.. Ia yang merubah sebuah bully an menjadi sebuah prestasi yang membanggakan... Ia adalah salah satu dari banyak  korban bullying yang bangkit dan menjadi orang yg mampu memberi motivasi untuk orang lain.   Menang pada kejuaraan, keliling Indonesia dan meraih medali-medali tak membuatnya tinggi hingga lupa daratan... Berapa banyak bela diri ya...

Setiap Perjalanan Hidup

 Di setiap perjalanan hidup, tak terlepas dari pertolongan Allah, rahmat Allah, hidayah dari Allah,, tak semenit, sedetik bahkan lebih kecil dari itu bisa terlepas dari pertolongan Allah,,  Apapun yang kita inginkan sejatinya hanya Allah yang dapat mengabulkan, hanya Allah yang memberi, tapi sebagai insan yang penuh dengan khilaf terkadang lupa, dan meminta kepada selainnya.  Berharap dengan usahanya sendiri, semua tercapai.. Mustahil sungguh mustahil.. Tanpa rindhoNya, tanpa orangtua yang mendo'akan setiap langkah hanya percuma..  Apapun nikmat, rezeki yang kita dapat hari ini,, semua adlh pemberian Allah, dihindarkan dari penyakit atau marabahaya itu adalah pertolongan Allah..  Kita hanya diperintah untuk bersyukur, kenapa itu berat sekali..  Kita hanya diminta bersabar,, kenapa berat sekali..  Kita hanya diminta beribadah,, kenapa berat sekali..  Lemah... Insan yang lemah.. Itulah kita..  Jangan mencari pembenaran bahwa engkau adalah insan...

Dungu

 Sore ini aku membaca sebuah buku bahwa Islam melarang umatnya untuk menikahi keluarga dekat karena akan menghasilkan anak yang dungu. Dibenakku telah terhujam kuat, apabila Islam melarang pasti ada hikmah yang terkandung disana, pasti ada sesuatu yang akan memudharatkan manusia disana. Besar penasaranku mengapa hal itu dilarang Islam ? Apa dampak negatifnya ?  Ku telusuri berbagai tulisan yang membahas pernikahan dengan kerabat dekat, dan bertemulah dengan tulisan Syahrijal Abbas dtt mengenai pernikahan keluarga dekat, aku geser lembar demi lembar untuk mengetahui mengapa Islam melarang hal demikian.. Pasti ad sesuatu, keingin tahuanku semakin menjadi-jadi..  Benar saja, aku temukan bahwa semakin dekat ikatan keluarga dalam pernikahan akan semakin memperbesar kesempatan mendapat keturunan yang memiliki gen resesif (kemungkinan besar cacat).  Anak-anak hasil pernikahan ini lebih besar peluangnya mempunyai penyakit genetik. Dan dalam ilmu biologi hal tersebut sangat t...

Ayah Aku tak bersalah

 Ayah...  Taukah engkau...  Hari ini aku mendapat jahitan yang lumayan banyak di mata sebelah kiriku...  Ayah tau mengapa ? Yah ayah.. Benar..  Aku ingin membantu seseorang untuk mengambilkan bola yang keluar lapangan.. Ternyata saat ingin ku sentuh.. Kaki dari pemain mengenai wajahku ayah...  Dunia terasa berputar, mataku terasa sangat sakit, berkunang-kunang dunia ini.. Kulihat tanganku dipenuhi darah, tetapi ayah mengajarkan, aku anak lelaki yang tak boleh lemah hanya karena rasa sakit..  Aku pulang membawa darah yang ku sembunyikan dari ibu, ku cuci darah yang mengucur seakan tak mau berhenti... Macam mana ini ayah, engkau belum mengajarkanku bagaimana cara menghentikan darah yang tak kunjung berhenti...  Akhirnya setelah lama ku Bersihkan darahnya berhenti...  Ku tekan-tekan antara daging daging mata yang terbelalak keluar.. Agar mereka bersatu kembali.. Tetapi tetap saja ayah mereka perlu jahitan untuk mempersatukannya.. Daging putih ma...

Sore

Aku mencintaimu, mungkin itu saja yang dapat kusampaikan setelah makan online sore ini.  Benakku akan selalu bertanya, apakah kita akan berakhir bersama?  Kutatap wajah itu yang sedang menyuap setusuk sate, hangat, sendu dan sangat terlihat lapar... Tusuk demi tusuk... Lahap demi lahap,, masih dengan aku yang tetap menatap wajahnya yang lahap. Dengan tertegun di dalam hati, apakah aku bisa kembali menatap wajah ini ? Apakah aku bisa makan bersama dengan tetap menatap wajahnya ? Mengapa bahagiaku hanya sebatas melihatnya makan ? mengapa sebatas itu ?  Hampir saja air mata tumpah, tapi harap tenang,, tetaplah tenang wahai diri, kuasai hatimu, ia sedang makan, tak mungkin aku menangis di situasi ini, ia akan bingung melihatmu, yang dikira kamu ingin sate itu..  Tatap demi tatap wajah itu, aku membatin dalam hati, aku tau kamu lelah, aku tau seminggu ini kamu telah bekerja keras, terimakasih untuk cita kita yang kau perjuangkan..  Dan aku tatap lagi wajah itu jengka...

Kerja Keras Seorang Suami

Terkadang kita sebagai istri sulit memahami seorang suami... Ketika ia pulang bekerja... Ingin beristirahat, ingin berhibur, ingin bercanda, bercerita.. Muka masam yang kita sajikan, rengekan-rengekan hanya karna ia pulang terlambat, hanya karna ia lama membalas pesan atau sulit dihubungi... Sementara kita tidak tahu apa yang ia hadapi seharian di tempat kerjanya... Apakah urusan yang menyakitkan kepala, atau bos yang selalu marah-marah, deadline yang mengejar, tugas yang bertumpuk... Wahai istri, suami hanya ingin pulang dan tenang, melihat istrinya menyambut dengan senyum, melihat istrinya yang dapat menenangkannya seperti ketika Nabi Muhammad Saw. melihat Siti Khadijah yang separuh kegelisahannya hilang seketika melihat istrinya.. Membiarkannya berhibur dengan hobinya, memeluknya, menanyakan kabarnya, bercerita, dan memanjakannya, tidak dengan muka masam atau bentakan yang membuat otaknya tak henti-hentinya tegang... Wahai istri terkadang kita tidak memahami itu, terkadang kita tak ...

Lemah lembutlah

Wahai suami,  Ucapkanlah kata yang lembut kepada istrimu, tutur kata yang halus, karena ia menggunakan perasaan bukan akalnya untuk mencintaimu. Ajarkan kata-kata yang baik, agar lisanya juga terjaga. Wahai suami sadarkah engkau,  Ia adalah istrimu Yang mengadung anakmu yang akan merawat anakmu, yang mendidik anakmu Tanpa engkau sadari ia akan belajar darimu kata-kata yang telah engkau lontarkan padanya. Jadi jangan salahkan istrimu ketika anak-anakmu tak sebaik apa yang engkau harapkan. Karena didikanmu akan tersampaikan lewat istrimu.

Kapan Pulang

 Wahai suami engkau mau tahu mengapa para istri selalu bertanya kapan pulang ?  Bukan karena mereka mengekangmu bukan juga mereka tidak percaya padamu, istrimu sekuat-kuatnya ia, setelah lelahnya dari mengurus rumah tangga, bekerja seharian.  Akan merasa semangat dan berkurang letihnya setelah engkau pulang. Apalagi setelah pulang kerumah kau taruh hpmu, ajak berbincang diskusi bercanda istrimu, semangatnya akan bertambah dua kali lipat. Karenaa kamu satu-satunya orang yang dia tunggu, rindunya hanya ia curahkan kepadamu seorang. Apakah itu membuatmu bahagia? Suami juga perlu waktu untuk berhibur setelah lama bekerja, Bukankah ketika engkau ingin menikah, engkau tau semua konsekuensinya, dari ada orang yang selalu menunggumu pulang, ada istrimu yang selalu ingin menelponmu, selalu ingin dekatmu, selalu ingin bberbicara dengamu. Ia tidak meminta satu hari, ia hanya meminta sisa waktumu saja sebelum engkau tertidur dan pagi kembali untuk meninggalkanya kembali  bekerja...